Perjalanan Juventus di Liga Champions musim ini resmi berakhir setelah disingkirkan Galatasaray di babak play-off. Meski menang 3-2 pada leg kedua di Allianz Stadium, hasil tersebut belum cukup untuk membalikkan keadaan. Secara agregat, Juventus kalah 7-5 dan harus mengubur mimpi melangkah ke babak 16 besar.

Dalam laga tersebut, Juventus tampil penuh semangat di hadapan pendukungnya sendiri. Tiga gol berhasil dicetak melalui Manuel Locatelli, Federico Gatti, dan Weston McKennie di waktu normal. Keunggulan itu memaksa pertandingan dilanjutkan ke babak tambahan waktu karena agregat menjadi imbang.
Namun di babak ekstra, situasi berbalik. Galatasaray mencetak dua gol penting melalui Victor Osimhen dan Alper Yilmaz. Gol-gol tersebut memastikan langkah wakil Turki ke fase berikutnya dan sekaligus menghentikan langkah Juventus di kompetisi Eropa musim ini.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Bermain dengan 10 Pemain dan Tetap Berjuang
Situasi semakin sulit bagi Juventus ketika Lloyd Kelly menerima kartu merah pada menit ke-48. Bermain dengan 10 orang selama lebih dari setengah pertandingan tentu menjadi tantangan besar bagi tim tuan rumah. Meski begitu, para pemain tetap menunjukkan semangat juang tinggi.
Giorgio Chiellini yang hadir mewakili pelatih di konferensi pers mengaku kecewa dengan hasil akhir. Namun ia tetap bangga dengan perjuangan para pemain yang tidak menyerah meski berada dalam tekanan besar. Menurutnya, tim telah memberikan segalanya di lapangan.
Chiellini juga menyampaikan bahwa rasa lelah dan kecewa memang tidak bisa dihindari. Namun performa tim menunjukkan karakter yang kuat. Baginya, penampilan tersebut tetap layak diapresiasi meski hasil akhir tidak sesuai harapan.
Baca Juga: Juventus Unggul Atas Galatasaray 1-0 di Babak Pertama Liga Champions
Kekalahan Bukan Akhir Segalanya

Bagi Chiellini, kekalahan ini bukanlah akhir, melainkan titik awal untuk kebangkitan. Ia menilai Juventus mulai menemukan kembali semangat yang sempat hilang dalam beberapa musim terakhir. Proses yang sedang dijalani tim membutuhkan waktu dan kesabaran.
Ia juga menegaskan bahwa sejak kedatangan pelatih baru, kesalahan besar hanya terjadi dalam beberapa pertandingan saja. Faktor keberuntungan dan insiden di lapangan turut memengaruhi hasil. Meski demikian, tim diminta untuk terus bergerak maju.
Menurutnya, hasil negatif adalah bagian dari proses pembangunan tim. Yang terpenting adalah bagaimana Juventus belajar dari kegagalan ini dan memperbaiki diri untuk menghadapi sisa musim dengan mental yang lebih kuat.
Menatap Akhir Musim dengan Optimisme
Juventus kini harus mengalihkan fokus ke kompetisi domestik. Dengan musim yang masih menyisakan beberapa pekan penting, tim dituntut untuk tetap solid dan konsisten. Kekecewaan di Eropa harus segera dilupakan.
Chiellini menegaskan pentingnya menjaga kepercayaan kepada pemain dan pelatih. Ia percaya bahwa fondasi yang sedang dibangun akan membawa hasil positif di masa depan. Dukungan manajemen dan fans juga menjadi faktor penting dalam proses ini. Kegagalan di Liga Champions memang menyakitkan, tetapi Juventus ingin menjadikannya pelajaran berharga.
Dengan kerja keras dan semangat baru, Si Nyonya Tua berharap dapat kembali lebih kuat dan membuktikan diri sebagai kekuatan besar di Eropa. Jangan lupa luangkan waktu Anda untuk mengeksplorasi lebih banyak berita tentang Juventus lainnya hanya dengan klik JUVENTUS FC PRO.
