Pertandingan antara Juventus dan Galatasaray di ajang Liga Champions UEFA berlangsung dengan tensi tinggi sejak menit awal. Bermain di Juventus Stadium, Turin, tuan rumah berusaha keras mengejar ketertinggalan agregat 5-2 dari pertemuan pertama di Turki.

Atmosfer stadion begitu panas karena Juventus membutuhkan kemenangan besar untuk menjaga asa lolos. Tekanan demi tekanan dilancarkan ke pertahanan Galatasaray, sementara tim tamu lebih banyak menunggu momen untuk melancarkan serangan balik cepat.
Di tengah situasi penuh tekanan itu, insiden yang melibatkan Lloyd Kelly justru mengubah arah pertandingan. Momen tersebut terjadi saat laga baru memasuki awal babak kedua dan menjadi titik balik yang merugikan tuan rumah.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Keputusan VAR dan Kartu Merah Kontroversial
Bek asal Inggris, Lloyd Kelly, awalnya menerima kartu kuning setelah terlibat duel udara dengan Alper Yilmaz. Dalam perebutan bola tersebut, kaki Kelly mengenai pergelangan kaki lawan saat mendarat. Wasit João Pinheiro sempat melanjutkan laga sebelum akhirnya mendapat panggilan dari ruang VAR.
Setelah meninjau ulang tayangan, Pinheiro memutuskan mengubah kartu kuning menjadi kartu merah langsung pada menit ke-48. Keputusan itu didasarkan pada anggapan bahwa tindakan Kelly membahayakan keselamatan pemain lawan.
Keputusan tersebut memicu protes keras dari kubu Juventus. Pelatih Luciano Spalletti terlihat kecewa di pinggir lapangan, sementara para pemain mencoba mempengaruhi wasit. Namun keputusan tetap tidak berubah dan Juventus harus melanjutkan laga dengan sepuluh pemain.
Baca Juga: Prediksi Juventus vs Galatasaray: Tantangan Berat di Allianz Stadium
Emosi Memuncak dan Harapan yang Menipis

Situasi semakin panas ketika Kelly meninggalkan lapangan dengan emosi meluap. Ia tampak frustrasi dan menendang dinding lorong stadion sebagai bentuk pelampiasan kekecewaannya. Momen itu mencerminkan tekanan besar yang dirasakan pemain dalam laga sepenting ini.
Meski bermain dengan sepuluh orang, Juventus sempat menemukan secercah harapan. Manuel Locatelli sukses mencetak gol melalui titik penalti yang membuat publik stadion kembali bergemuruh.
Namun gol tersebut belum cukup untuk membalikkan keadaan. Dengan kebutuhan mencetak dua gol tambahan, Juventus kesulitan menjaga keseimbangan antara menyerang dan bertahan setelah kehilangan satu pemain penting di lini belakang.
Dampak Besar bagi Perjalanan Juventus
Insiden kartu merah ini menjadi salah satu momen paling menentukan dalam pertandingan. Bermain dengan jumlah pemain yang lebih sedikit membuat Juventus kesulitan menjaga intensitas serangan sekaligus menutup ruang bagi Galatasaray.
Kegagalan memanfaatkan peluang di leg pertama semakin terasa menyakitkan. Dalam pertandingan sepenting Liga Champions, kesalahan kecil bisa berujung pada konsekuensi besar, seperti yang dialami Kelly dan timnya.
Kini Juventus harus melakukan evaluasi menyeluruh. Disiplin, kontrol emosi, dan ketenangan dalam situasi krusial menjadi pelajaran penting. Malam dramatis di Turin ini akan dikenang sebagai laga yang bukan hanya ditentukan oleh taktik, tetapi juga oleh satu keputusan krusial yang mengubah segalanya. Simak terus pembahasan Juventus terupdate lainnya hanya di juventusfcpro.com.
