Spalletti Evaluasi Juventus Usai Kalah Atalanta dari Coppa Italia

Juventus harus mengakhiri langkahnya di Coppa Italia 2025-2026 setelah kalah 0-3 dari Atalanta pada babak perempat final. Pertandingan berlangsung di New Balance Arena, Bergamo, Jumat (6/2/2026) dini hari WIB, dan Atalanta berhasil melaju ke semifinal dengan kemenangan telak.

Spalletti-Evaluasi-Juventus-Usai-Kalah-Atalanta-dari-Coppa-Italia

Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, memberikan komentar usai pertandingan. Ia menilai bahwa Atalanta tampil lebih solid dan tepat dalam pengambilan keputusan pada momen-momen krusial. Meskipun Juventus sempat menunjukkan permainan yang baik, hasil akhir tetap tidak berpihak kepada timnya.

tebak skor hadiah pulsa 100k  

“Mereka lebih baik dari kami di momen-momen krusial pertandingan. Kami mengucapkan selamat kepada Palladino dan Atalanta; mereka tim yang solid dan memainkan sepak bola yang bagus,” kata Spalletti, dikutip oleh Football Italia.

AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!

aplikasi shotsgoal  

Penalti dan Gol Tambahan Atalanta

Arah pertandingan berubah setelah Atalanta mendapatkan penalti yang sukses dieksekusi oleh Gianluca Scamacca. Setelah itu, gol tambahan dicetak oleh pemain pengganti Kamaldeen Sulemana dan Mario Pasalic pada babak kedua, menutup kemenangan 3-0 bagi tuan rumah.

Spalletti menekankan bahwa momen penalti tersebut menjadi titik balik pertandingan. Juventus kehilangan ritme dan sulit untuk kembali mengendalikan permainan. Hal ini menunjukkan pentingnya menjaga fokus di setiap fase kritis pertandingan.

Kekalahan ini juga menegaskan efektivitas pemain pengganti Atalanta yang mampu membawa energi tambahan, memberikan dampak signifikan terhadap hasil akhir laga.

Baca Juga: Kenan Yildiz Selangkah Lagi Jadi Pemain Bergaji Tertinggi Juventus

Keputusan Juventus

Keputusan-Juventus

Pelatih Juventus menyoroti kurang tepatnya pengambilan keputusan pemainnya di fase-fase menentukan pertandingan. Menurut Spalletti, timnya sering salah memilih opsi saat situasi menjadi sulit, sehingga memberi keuntungan bagi lawan.

“Kami membuat pilihan yang salah ketika keadaan menjadi sulit. Saat pertandingan nyata, Anda harus membuat keputusan yang tepat, cepat, dan tajam. Pada saat itu, mereka lebih baik daripada kami,” jelas Spalletti.

Selain itu, ketajaman penyerang Juventus dalam membaca situasi juga menjadi sorotan. Peluang dua lawan satu kadang tidak dimanfaatkan dengan baik karena pemain memilih jalur yang lebih mudah namun kurang efektif.

Evaluasi dan Fokus ke Kompetisi Lain

Spalletti mengakui perlunya Juventus meningkatkan ketajaman dalam memanfaatkan momen penting di pertandingan. Ia menekankan bahwa latihan dan kesadaran situasi akan menjadi fokus perbaikan tim ke depan.

Terkait penalti yang dihasilkan dari handball Gleison Bremer, Spalletti memilih tidak memperpanjang pembahasan dan lebih menekankan evaluasi keseluruhan permainan. Hasil ini membuat Juventus tersingkir dari Coppa Italia dan kini fokus pada Serie A serta persiapan laga play-off Liga Champions.

“Meningkatkan level permainan bergantung pada cara tim berlatih dan mengenali momen-momen penting yang bisa menjadi penentu,” ujar Spalletti, menekankan perlunya perbaikan terus-menerus. Nantikan terus kabar terbaru seputar juventus menarik lainnya hanya di juventusfcpro.com.